Tuesday, 30 October 2018

Akulah Keparat dalam Hubungan Ini

     Aku sakit, semalamam tidak bisa tertidur, mengurung diri dikamar, hilang nafsu makan, siang malam hanya menangisi orang yg ku sayang.
Rasa sayangku amat begitu besar, hanya saja caraku yg salah. Saking takut kehilangan, aku jadi ambisius dan egois seperti ini.

Maaf sudah beberapa kali membuatmu risih, maaf sudah mengganggu waktumu.
Tapi terimakasih atas waktu yg telah kau sisihkan untuk menemaniku.

Aku sadar, sikap ku yg begini hanya akan membuat kita lelah dengan keadaan.
Niat hatu ingin menunjukan rasa kasih sayang justru malah membuatmu merasa muak dengan apa yg aku lakukan.

Friday, 12 January 2018

Kisah Dibalik Lagu Perjalan - Sarasvati (part 2)

Setelah sekian lama Sarasvati membawakan lagu ini akhirnya ada juga sesuatu yang muncul. Ya,salah satu dari mereka yang biasa kalian sebut "Hantu". Kali ini yang mendatangi Risa adalah sosok perempuan muda yang konon meninggal karena sakit. Ada hal yang membuatnya begitu suka pada lirik lagu Perjalanan. Menurutnya lagu ini seperti mewakili persaan ibu terhadap dirinya yang harus pergi tanpa sempat mengucap kata maaf atau pamit.

"Aku sakit. Tapi tak tahu akan sesakit ini. Kupikir mati akan menyembuhkanku, tapi jeritan kesedihan ibuku memangilku untuk tetap bertahan menjaganya.. Meski tak sekalipun dia bisa melihatku."

Sambil menagis dia hadir menggangu malam Risa. Takut, tentu saja. Tapi kata-kata yang keluar  dari bibirnya membuat rasa takut itu berubah menjadi kasihan juga haru.
"Lagumu terdengar menyayat hati". Begitu lanjutnya.
Meski Risa tak terlalu yakin sosok itu berkata jujur atau hanya karangan nya saja. Ia selalu terdiam seolah sedang meresapi lirik lagu ini ketika Risa mulai menyanyikan lagu ini.

" Rasanya lebih menyakitkan dari pada sakit ku ketika dulu masih hidup. Ibuku sudah renta dan tak ada satupun manusia di dekatnya."


Munkin saya akan mengulas lagu-lagu Sarasvati lainya setelah postingan ini.

Wednesday, 10 January 2018

Kisah Dibalik Lagu Perjalan - Sarasvati

" Dengan kereta malam ku pulang sendiri
Mengikuti rasa rindu pada kampung halamaku
Pada ayah yang menunggu, pada ibu yang mengasihiku

Duduk dihadapnku seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru ia menatapku
Seakan ingin memeluk diriku

Ia lalu bercerita tentang anak gadisnya
Yang telah tiada
Karena sakit dan tak terobati
Yang wajahnya mirip denganku"

Lagu ini sebenarnya diciptakan oleh Franky Sahilatua dan dinyanyikan oleh adiknya Jane Sahilatua yang populer di tahun 1970-1980 an silam namun dinyanyikan ulang oleh Sarasvati.
Lagu ini menceritakan tentang kerinduan seorang ibu terhadap anaknya yang telah tiada. Bukan menceritakan kisah tentang hantu yang biasa terdapat pada lagu-lagu Sarasvati sebelumnya.

Awalnya Risa Saraswati sang vokalis Sarasvati mendengar lagu ini dari temannya, lantas kemudian teringat bahwa kedua orangtua Risa menggemari karya Franky dan Jane. Akhirnya, Risa meminta ijin kepada pihak pencipta untuk mengaransemen lagu ini.

Keybordis band The Millo yang bernama Hendi Unyil membantu Risa mengaransemen ulang lagu ini hingga akhirnya masuk kedalam album Sarasvati bertajuk Story Of Peter (2010). Alhasil perpaduan aramsemen Unyil dengan suara Risa menghasilkan sebuah karya yang terkesan baru. Lagu Perjalan yang dibawakan Sarasvati terdengar sangat mistis.


Wednesday, 2 August 2017

Saat Ku Biarkan Dia Pergi

Menyesal adalah hal yang pertama kali aku sadari
Dimana semua pahatan hati membuatku beku
Rasa dicintai memang kadang tak pernah kuhargai

Tapi "282" ku..
Tolonglah biarkan aku kembali kemasa lalu
Biarkan aku menghapus rasa bersalahku karena melepasmu

Namun satu menit kemudian, jam berkata padaku


"Detik tak akan pernah bisa terulang kembali!".

Saturday, 11 March 2017

Sajak Terakhir

Masih tentangmu

Sang inspirasi nyata

Entah berapa banyak cerita dan sajak yang telah ku rangkai

Mungkin aku tidak akan pernah merasa bosan

Tapi aku harus berhenti

Tintaku hampir habis

Ini aksara penutup untukmu, Adimar!

Meski lautku tak jua surut

Biarlah kuredam sendiri

Karena usai ini

Kertas ku tak lagi berisi tentangmu.

Wednesday, 1 March 2017

Teruntuk Adimar

Apa kabar? Aku baik-baik saja, itupun jika kau ingin tahu.
Biar ku tebak pasti keadaanmu sangatlah baik, karena kamu telah memilih seseorang untuk mendampingimu sekarang ini.
Seorang perempuan yang pastinya sangat menarik dimata mu, dia yang pasti selalu ada menyemangatimu, membuatmu tersenyum dan menghiburmu.

Aku tidak menyalahkan dia yang kamu pilih. Aku juga tidak menyalahkanmu karena telah memilih dia.
Hati tidak bisa di paksakan dan diatur untuk siapa bukan?

Aku disini juga tidak bisa menyalahkan perasaanku.hatiku sudah memilih untuk jatuh lagi kepadamu dan aku tidak bisa mengelak.

Sesungguhnya aku ingin mengatakan banyak hal kepadamu.
Tapi, hey... Aku terlihat seperti pengecut.
Untuk menyapa mu saja aku tidak berani.
Dan hari ini kamu berulang tahun, aku masih saja tidak mempunyai keberanian.
Aku hanya bisa mencurahkan ini semua lewat tulisan..

Maaf adimar, aku selalu mencari tahu tentang mu.
Maaf aku telah membiarkan hati ini jatuh lagi kepada mu.
Sekali lagi maaf atas semua yang telah aku lakukan padamu.

Friday, 24 February 2017

Aku dan Diriku

Aku lebih suka tempat yang sepi.
Dimana aku bisa menjadi diri sendiri
Tempat ramai membuatku tak percaya diri..

Aku lebih suka menyendiri.
Karena jika aku memiliki teman, aku takut mereka akan menyakiti ku..

Aku lebih suka diam.
Karena ketika aku berbicara, aku takut mereka tidak akan mendengarkanku..

Aku lebih suka malam.
Dimana aku dapat bersembunyi dalam gelap.
Melukis, menulis atau bahkan hanya sekedar mengingatmu..